Halaman

Jumat, 27 Januari 2017

Laporan Silvika

I.             PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Tanaman merupakan salah satu komponen biotik, di alam lingkungan sebagai suatu kesatuan, ekosistem sehingga dengan demikian kehidupan tanaman tentu saja tergantung dari interaksi faktor lingkungan lainnya. Alam lingkungan yang terdiri dari lingkungan biotik (hidup) dan abiotik (mati) mempunyai peranan yang sama pentingnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Lingkungan abiotik yang berupa air, temperatur, kelembaban, cahaya dan unsur hara merupakan beberapa contoh unsur abiotik yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Adanya ketergantungan tanaman pada lingkungan biotik maupun abiotik beserta semua proses biokimia dan fisiologi tubuh tanaman menunjukkan adanya faktor pembatas dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar dan bersifat  tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya, yaitu Air. air  merupakan petunjuk utama yang membuat benih dapat tumbuh dan berkembang. Dari keadaan tersebut, kami  melakukan penelitian terhadap pertumbuhan tanaman nyato yang diberi air. Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan penelitian seperti yang tercantum pada laporan ini.
1.2    Tujuan dan Kegunaan Praktikum
Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman Nyato dan untuk mengetahui perbandingan tinggi dan diameter dari tanaman yang diberi air dan tidak diberi air.
Sedangkan kegunaan dari praktikum ini yaitu memaparkan pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman Nyato dan untuk memaparkan perbandingan tinggi dan diameter dari tanaman yang diberi air dan tidak diberi air.











II.                TINJAUAN PUSTAKA
            Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur.Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
a)      Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b)      Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
c)      Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman :
a.        Faktor Internal
a)      Gen
Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
b)      Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan.
Auksin                               : untuk membantu perpanjangan sel
Giberelin                            : untuk pemanjangan dan pembelahan sel
Sitokinin                            : untuk menggiatkan pembelahan sel
Etilen                                 : untuk mempercepat buah menjadi matang
Asam traumalin                 : Merangsang pemebelahan sel di bagian tumbuhan yang luka
Kalin                                  : Merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb :
-       Rizokalin                   : Untuk pembentukan akar
-       Aulokalin                  : Untuk pembentukan batang
-       Filokalin                    : Untuk pembentukan daun
-       Antokalin                  : Untuk pembentukan bunga
b.      Faktor Eksternal
a)      Air
Fungsi air antara lain :
-      Untuk Fotosintesis
-      Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim
-      Membantu proses perkecambahan biji
-      Menjaga (mempertahankan) kelembapan
-      Untuk transpirasi
-      Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
-      Menghilangkan asam asbisat
b)      Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman.Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C.Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
c)      Kelembaban Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
d)     Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau).Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
e)      Nutrisi
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya.Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien).Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium.Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien).Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum.
Kekurangan untrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi.Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
f)       Kelembapan
Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.
III.             METODE PRAKTIKUM
3.1    Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini di laksanakan pada tanggal  30 April - 14 Mei 2015, pukul 15.00-17.00 Wita,bertempat di Persemaian Permanen BPDAS Palu-poso Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako Palu.
3.2    Alat dan Bahan
Alat yang di gunakan yaitu terdiri dari:
1.      Meteran atau alat Pengukuran
2.      Kertas Label,  
3.      Alat tulis-menulis.
Bahan yang digunakan  yaitu terdiri dari Tanaman Nyato (Palaquium xanthochymum )
3.3    Metode Praktikum
Adapun metode dari praktikum ini yaitu :
1.      Pertama-tama kita menyiapkan seluruh alat dan bahan yang akan di gunakan selama praktikum
2.      Kemudian, tanaman Nyatoh sebanyak duah buah
3.      Setelah itu, kita mengambil kertas label dan memberikan label pada tanaman Nyatoh di siram dan tidak di siram
4.      Setelah itu, kemudian kita melakukan pengukuran awal pada kedua tanaman baik yang di beri label di siram dan tidak di siram
5.      Kemudian, kita melakukan penyiraman kepada kedua tanaman tersebut selama 2 minggu dan di lakukan pada pagi dan sore hari
6.      Kemudian, setelah minggu pertama kita melakukan pengukuran kembali kepada kedua tanaman, untuk mengukur tinggi dan diameter tanaman Nyatoh
7.      Setelah itu, pada minggu kedua pengukuran kembali kita lakukan untuk mendapatkan data pertumbuhan dari tinggi dan diameter tanaman Nyatoh.
















IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1    HASIL
Adapun hasil dari praktukum ini yaitu :
4.1.1        Tabel Hasil Pengamatan
No.
Hari/Tanggal
Tinggi Pohon
Diameter pohon
Pohon A
(Disiram)
Pohon B
(Tidak disiram)
Pohon A
(Disiram)
Pohon B
(Tidak disiram)
1.
Kamis/30 April 2015
36,02 cm
34 cm
10 mm
6 mm
2.
Kamis/ 7 Mei 2015
40 cm
36 cm
11 mm
7 mm
3.
Kamis/14 Mei 2015
42 cm
37 cm
11.6 mm
7.4 mm

4.2    Pembahasan
Nyatoh ( Palaquium spp . ) termasuk kelompok jenis kayu perdagangan dari suku Sapotaceae . Di Indonesia terdapat sekitar 48 jenis dengan daerah persebaran dari Sumatra hingga Papua dan tumbuh di hutan dataran rendah hingga dataran tinggi mencapai ketinggian 1100 m dpl. Banyak jenis tumbuh di dataran rendah serta di hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut, kadang sepanjang sungai, jarang tumbuh di dataran tinggi.
Pada umumnya kayu nyatoh dimanfaatkan sebagai konstruksi rumah, bahan perahu, perabot rumah, pintu berukir, venir dan panel. Selain itu buah dan biji dapat dimakan, bijinya dapat untuk membuat minyak goreng atau minyak padat, mentega, sabun dan minyak lampu penerang; getahnya disebut getah perca digunakan untuk bahan membuat bola golf, isolasi kabel listrik, pembalut pipa, dan untuk melindungi luka.
Di antara jenis nyatoh tersebut, ada yang memiliki kayu bercorak indah sehingga dipakai untuk kayu lapis indah dan alat musik. Bahkan bisa menggantikan kayu sapele (Entandrophragma cylindricum) yang diimpor dari Afrika.  Banyaknya jumlah jenis nyatoh dan diduga beberapa jenis di antaranya (belum diketahui ketepatan nama botanisnya) mempunyai kayu bercorak indah, maka sebagai tahap awal dalam kegiatan penelitian dan pengembangannya diprioritaskan pada jenis yang bermanfaat baik kayu maupun hasil bukan kayu seperti : Palaquium rostratum (Miq.) Burck. 
Tumbuhan Nyatoh/Nagasari (Palaquium rostratum) mempunyai pohon yang besar dengan ketinggian hingga 30 m, dan diameter mencapai 120 cm. Batangnya lurus, bulat torak dengan banir tipis, lebar. Kayunya coklat kemerahan, mengkilat, berurat indah dan ringan. Buahnya hijau memanjang dan berisi biji yang memanjang pula. Pohon Nyatoh/Nagasari (Palaquium rostratum) tumbuh di Indonesia tumbuh di Pulau Sumatra, kalimantan, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi dan Maluku. Selain itu juga terdapat di Thailand selatan dan Malaysia. Pohon Nagasari banyak tumbuh di hutan tropika di dataran rendah sampai ketinggian 1500 m dpl. Seringkali tumbuhan ini didapati tumbuh di hutan-hutan yang berawa. Perkembangbiakan pohon ini dengan menggunakan biji, namun dapat juga diperbanyak dengan menggunakan stek.
Pemanfaatan Pohon Nyatoh (Nagasari) antara lain Kayunya yang banyak digunakan untuk perabot di dalam rumah, lantai, dan mebel. Kayunya kadang-kadang dipakai juga untuk membuat perahu. Sedangkan buah Nyatoh/Nagasari (Palaquium rostratum) dapat dimakan dan bijinya mengandung lemak yang banyak untuk memasak. Selain itu bunga Nagasari dapat dimanfaatkan sebagai obat anti diare, aromatik, ekspektoran, gangguan jiwa. Minyak biji untuk lampu, obat koreng, encok, kulit menggerisil, biji untuk eksim, urat darah membesar, benangsasi untuk sakit panas. Oleh masyarakat jawa, kayu Nagasari diyakini sebagai salah satu kayu yang bertuah yang bermanfaat untuk keselamatan, kewibawaan, pengobatan, perlindungan terhadap orang jahat/jin jahat, binatang berbisa, anti tenung. Karena itu tidak jarang pohon ini ditemui tumbuh di area pemakaman kuno atau tokoh-tokoh sejarah. Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Ebenales; Famili: Sapotaceae; Genus: Palaquium; Spesies: Palaquium rostratum (Miq. Burck). Sinonim Palaquium bancanum (Burck); Croixia rostrata (Baehni).
Sehingga dari hasil pengamatan yang telah di lakukan di peroleh data bahwa media air sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Ini dapat terlihat dari pada pengukuran pertama tinggi dan diamater tanaman yaitu 36,02 cm dan 10 mm. Kemudian pada pengukuran kedua yang telah dilakukan di dapatkan hasil pengukuran tinggi 40 cm dan diameter pohon 11 mm. Serta pada pengukuran yang ketiga di dapatkan hasil tinggi pohon yaitu mencapai 42 cm dan diameter pohon di dapatkan 11.6 mm














V.       KESIMPULAN DAN SARAN
5.1    Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu :
1.       Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu faktor internal yaitu berupa gen dan hormone serta faktor eksternal yaitu berupa air, suhu, cahaya matahari dan nutrisi.

3.      Dari hasil pengamatan yang telah di lakukan di peroleh data bahwa media air sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Ini dapat terlihat dari pada pengukuran pertama tinggi dan diamater tanaman yaitu 36,02 cm dan 10 mm. Kemudian pada pengukuran kedua yang telah dilakukan di dapatkan hasil pengukuran tinggi 40 cm dan diameter pohon 11 mm. Serta pada pengukuran yang ketiga di dapatkan hasil tinggi pohon yaitu mencapai 42 cm dan diameter pohon di dapatkan 11.6 mm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar